Nangorku Kini

Setelah… Entah kapan terakhir kali saya kesini, ke Jatinangor, tempat saya ditempa, menuntut ilmu dan bercinta *eh, ini mah salah satu lirik mars fakultas saya*, akhirnya saya datang kembali.

Seberhentinya Damri di Pangdam (Pangkalan Damri), saya langsung menuju masjid Unpad yang entah apa namanya 🙈 dulu kan Ibnu Siena ya yang di atas, nah kalau yang bekas GOR ini gak tau namanya apa. Bentuknya sih gak kayak mesjid pada umumnya yang berkubah ya, eh tapi udah banyak ding mesjid yang unik-unik sekarang mah.

15232789656_9ea2e396b3_b
Ternyata namanya Bale Aweuhan (Masjid Raya Unpad)  😀 (source: Google)

->

Advertisements

#4 Aku Takut

Jatinangor sedang tidak asyik. Ulat-ulat sedang bebas beterbangan. Jatuh sekehendak hatinya. Sering terlihat seperti dedaunan kering yang berserakan.

Iya. Ada musimnya memang di Jatinangor itu musim ulat. Ulat-ulat bersemi. Mahasiswi-mahasiswi menjerit. Tapi setelah itu saya lupa bahkan tidak ingat Unpad dipenuhi kupu-kupu cantik warna-warni.

“Lagi musim ulat, ya?”, tanyanya seolah bertanya pada dirinya sendiri. Continue reading “#4 Aku Takut”