Storage Hati

Beberapa hari lalu salah seorang teman dekat saya curhat habis-habisan tentang gadis yang dia cintai. Gadis yang menginspirasinya banyak hal dan memberinya pengalaman mencintai yang berbeda dari sebelumnya. Namun sayang, ia harus merelakan kenyataan bahwa gadis tersebut saat ini belum bisa membalas cinta teman saya itu.

Patah hati. Iya, dia patah hati.

Setelah menghibur dan menjadi telinganya, setelah membalas ratusan chat, dan mendengarkan seluruh ceritanya, akhirnya saya mengatakan “Semakin sering patah hati, insyaa Allaah akan semakin cepat move on” tentunya dengan┬ádiiringi tawa. Ya, saya mengatakan demikian setelah beberapa hari dari kejadian dan setelah saya pastikan teman saya sudah bisa diajak bercanda. Continue reading “Storage Hati”

Advertisements

#9 Kusuntik Dia

“Yan, kamu kapan terakhir patah hati?”, tanyaku tiba-tiba saat sedang menyantap sate padang di belakang Pangdam DU. Tambah nikmat karena bumbunya bercampur kebul asap hitam dari knalpot bus Damri, haha.

“Ntah, mungkin aku tidak pernah merasa benar-benar patah hati”, jawabnya datar.

“Bahkan ketika putus sama Disa?”

“Iya. Aku putus sama Mona Disa karena aku emang pengen putus, jadi emang semua patah hatinya udah kusiapkan.”

“Aku gak pernah nyangka loh kamu emang well prepared, tapi kalau sampai patah hati pun well prepared, aku gak tahu lagi mesti bilang apa” Continue reading “#9 Kusuntik Dia”