Tentang yang ‘Merdeka’ di Hari Kemerdekaan

Dua tahun yang lalu, saat saya masih menjadi guru di daerah yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, tepat di hari kemerdekaan, Enin ‘merdeka’. Merdeka dari sakitnya yang sudah menemaninya sejak 2004 dan merdeka dari segala kewajibannya di dunia.

Sinyal telepon yang tak muncul satu pun sejak sore hari di tanggal 16 membuat saya harus mengikhlaskan diri mengetahui kepulangannya saat matahari sudah terbit, saat handuk sudah saya letakkan di pundak dan akan bersiap menuju lapangan sekolah, dan saat Enin sudah sempurna terpendam dalam bumi.  Continue reading “Tentang yang ‘Merdeka’ di Hari Kemerdekaan”