Bersuara Tanpa Suara

Ina, Pengajar Muda (PM) VII yang akan purna tugas mengajak saya ke sekolah. Saat itu anak-anak masih libur semester, namun anak-anak dimintanya untuk masuk sehari itu. Sebelumnya ia telah mengatakan kepada anak-anak bahwa ia akan pulang dan akan ada guru baru yang akan menggantikannya.

Hari itu, matahari di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai terlihat malu-malu. Udara Desa Margodadi pun hangat. Di lapangan hijau dengan rumput yang tumbuh liar, sudah banyak anak-anak berlarian. Bermain-main tanpa beban. Segera mereka mengerubungi kami dan menyalami.

Continue reading “Bersuara Tanpa Suara”