Perhatian Diyon yang Diyon

“Oke, di sesi perkenalan ini, teman-teman harus menyebutkan nama beserta ciri khasnya”, kata Fasilitator memberikan instruksi kepada kami CPM IX.

“Perkenalkan saya Diyon Iskandar Setiawan. Ciri khas saya.. Hmm.. Ini! Saya memakai sabuk H! Hahaha”

What? Ciri khas macam apa itu?, benak saya.

“Dith, ada gak cewek di barak yang prospektif?”, tanya Diyon tiba-tiba di suatu malam di awal minggu kedua Camp, saat lampu sudah dipadamkan dan kami tengah mengerjakan tugas dengan hanya berlampukan head lamp. Continue reading “Perhatian Diyon yang Diyon”

Advertisements

Di Balik Kesangsian HI, Ada Pesona & Diplomasi

Setelah sebelumnya saya bercerita mengenai Maya, sekarang saya ingin menuliskan pengenalan saya dengan partner in crime-nya Maya selama setahun. Taufik Akbar. Macan IX yang memiliki nama paling hemat huruf. Jadi, kalau kita lomba adu cepat menuliskan nama sendiri, maka dapat dipastikan dialah pemenangnya –btw, lomba macam apa itu?, haha-.

Ketika saya mengenalnya dua tahun lalu, jujur, saya meragukan ijazah sarjana Hubungan Internasional (HI)-nya, yang saya tahu ketika bekerja di Binus, anak-anak HI dituntut untuk menguasai minimal Bahasa Inggris. Jadi? Begitulah. Haha.. tapi sekarang, update terbaru yang saya dapatkan adalah ia berhasil memperoleh skor IELTS 5.5. It’s more than enough for someone who doesn’t know how make a sentence that consist of subject and verb well before. Yes, he has been learning English for a year to getting that score! 👏 *standing aplause*
Continue reading “Di Balik Kesangsian HI, Ada Pesona & Diplomasi”