#9 Kusuntik Dia

“Yan, kamu kapan terakhir patah hati?”, tanyaku tiba-tiba saat sedang menyantap sate padang di belakang Pangdam DU. Tambah nikmat karena bumbunya bercampur kebul asap hitam dari knalpot bus Damri, haha.

“Ntah, mungkin aku tidak pernah merasa benar-benar patah hati”, jawabnya datar.

“Bahkan ketika putus sama Disa?”

“Iya. Aku putus sama Mona Disa karena aku emang pengen putus, jadi emang semua patah hatinya udah kusiapkan.”

“Aku gak pernah nyangka loh kamu emang well prepared, tapi kalau sampai patah hati pun well prepared, aku gak tahu lagi mesti bilang apa” Continue reading “#9 Kusuntik Dia”