Batuk dan Rindu

Memasuki bulan ketiga aku dititipi batuk yang tiada henti. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada). Yes, batuk yang hampir nyaris 2 bulan ini aku ‘piara’. Bukan tidak mau aku ‘menyapihnya’, segala usaha sudah kulakukan. Mulai dari berobat dengan cara sendiri membeli obat batuk warung di Indomaret dan Alfamart, meminum obat tradisional racikan Ibu hostfam, berobat ke bidan, dokter umum, puskesmas, sampai akhirnya ke dokter spesialis paru dan dilakukan foto rontgen, si batuk itu akhirnya hilang dengan diagnosis all is well, karena udara kotor.

Continue reading “Batuk dan Rindu”