#5 Waktu yang Dibutuhkan Dua Teguk Air untuk Mengubah “Lo” Menjadi “Kamu”

Duh, dia lagi. Semoga mulutnya kali ini sudah dilakban. Lidahnya sudah diikat, jadi gak perlu lagi ngomong seenaknya, batinku saat laki-laki itu duduk di sampingku.

Saat ini, laki-laki itu pun duduk di sampingku, tengah menikmati sepiring pisang ijo di Gerbang Lama. Dulu, aku malas saat semua kursi penuh dan aku kebagian duduk di sebelahnya. Saat ini malah aku yang mengajak dia makan pisang ijo dan dia duduk di sebelahku.

“Hari ini si Putri anniversary keempat, lho”, aku pun memulai percakapan di tengah nikmatnya es pisang ijo yang mendinginkan panasnya Jatinangor siang hari.

“Oya? Hmm.. Empat tahun. Great!“, timpalnya.

Continue reading “#5 Waktu yang Dibutuhkan Dua Teguk Air untuk Mengubah “Lo” Menjadi “Kamu””

Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya

Sebelumnya mau disclaimer dulu, saya bukan Beauty Blogger dan belum pantas jadi beauty blogger, hehe.. Tapi saya mau menceritakan tentang khasiat (dooh, wis koyo obat) suatu produk.

Akhir 2014 saya meninggalkan tempat saya bekerja sebelumnya yang penuh dengan AC menuju tempat kerja yaaaaanggg.. Tanpa AC, terjun langsung ke lapangan, di bawah terik matahari, dimana kondisi lapisan tanahnya tanah merah yang dilapisi pasir putih, sering lalu lalang truk dengan muatan karet atau sawit, kemana-mana naiknya motor, debu, asap kendaraan dari jalan lintas timur, plus cuaca panas dan air yang berbeda. Apa yang terjadi dengan wajah saya? Jerawatan!

Continue reading “Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya”

#4 Aku Takut

Jatinangor sedang tidak asyik. Ulat-ulat sedang bebas beterbangan. Jatuh sekehendak hatinya. Sering terlihat seperti dedaunan kering yang berserakan.

Iya. Ada musimnya memang di Jatinangor itu musim ulat. Ulat-ulat bersemi. Mahasiswi-mahasiswi menjerit. Tapi setelah itu saya lupa bahkan tidak ingat Unpad dipenuhi kupu-kupu cantik warna-warni.

“Lagi musim ulat, ya?”, tanyanya seolah bertanya pada dirinya sendiri. Continue reading “#4 Aku Takut”

#3 Waktu

6 menit lagi aku berangkat ya.

Kira-kira 11.47 aku mulai jalan kesana deh

Rigid banget urusan waktu, pikirku. Apa dia Autism? Sempat juga terlintas demikian. Biasanya, orang akan bilang “5 menit lagi”, “10 menit lagi”. Pembulatan. Ah, apa sebenarnya malas menghitung atau cenderung korupsi waktu, ya? Toh pada kenyataannya memang tidak sebulat itu waktunya.

Suatu hari pernah aku iseng bertanya. “Kamu kalau mandi diwaktuin juga?”, tanyaku.

“Iyalah.”

“Wow! Berapa lama?”

“10 menit”

“Hmm.. Kamu pernah telat?”

“Lupa aku kapan terakhir telat. Tapi pernah”

“Wow!”

Baru kali ini aku menemukan orang se-rigid ini urusan waktu. Sering kutemukan orang-orang yang disiplin, tapi kalau sampai detik menitnya sedetail itu? Hmm. Continue reading “#3 Waktu”

Dua Cup Es Krim dan PHP

Lebih dari dua bulan saya tidak menulis di blog ini. Rasanya ada utang besar yang saya tunggak. Hastag #1week1writing gagal saya terapkan. Sebulan persiapan dan sebulan lebih pelaksanaan training intensif Calon Pengajar Cerdas (CPC) Angkatan II cukup menyita waktu. Ah, sepertinya saya sedang mencari pembenaran, hehe..

***

“Kak, bisa masak?”, tetiba pertanyaan itu terlontar dari seseorang yang ada di depan saya. Berdiri tepat di seberang saya yang sedang mencuci piring kotor habis makan sendiri. Kebiasaan mencuci piring sendiri saya terapkan dalam pelatihan ini.

“Emangnya kenapa? Apa urusannya?”, jawabku pura-pura sok misterius.

Continue reading “Dua Cup Es Krim dan PHP”

Depresi dan Wanita

Sembari menunggu seorang teman di Stasiun Sudirman, saya menemukan berita adanya mutilasi yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya yang masih berumur satu tahun. Ibu muda itu tak lain adalah istri dari seorang anggota polisi. Ibu itu diduga mengalami depresi. Menyedihkan. Bukan hanya sedih karena meninggalnya bayi yang lagi lucu-lucunya, tapi kondisi ibu yang depresi sampai bisa melukai dengan sengaja bahkan sampai menghilangkan nyawa anak kandungnya. Begitu berita online mengabarkan.

Source: google

Depresi. Apa sih depresi atau sering disebut depression disorder? Depresi (khususnya major depresi) adalah suatu kondisi serius terganggunya mood dalam kurun waktu tertentu yang menyebabkan secara negatif apa yang kita rasakan, cara berpikir, bahkan bagaimana bereaksi terhadap sesuatu. Depresi sebenarnya ada tingkatannya, mulai dari ringan, sedang, sampai berat. Kondisi dimana seseorang bisa berlaku di luar nalar, seperti ibu muda tadi, mungkin sudah masuk pada depresi yang berat. Apakah tiba-tiba? Tidak. Saya rasa tanda-tanda dan gejala sudah terlihat jauh hari, namun yang sering terjadi adalah abai.

Continue reading “Depresi dan Wanita”

Tamparan Itu …

Untuk ke- ah entahlah kedua atau ketiga kalinya saya memutarkan film Perahu Kertas. Kisah yang antara buku dan filmnya saya suka. Saya suka Kugy dengan imajinasinya, saya suka Keenan karena lukisannya, dan saya suka semuanya.

Beberapa kali menonton, itu artinya beberapa kali saya menamparkan wajah saya. Dulu, saat SD, saya senang menulis dongeng imajinatif. Yang saya ingat ada tentang Bunga Ajaib, Kaktus Bercerita, sampai Kuda Patah Semangat. Saya tulis di sebuah buku Big Boss bekas buku Om saya. Kemudian saya gambarkan ilustrasinya. Cerita dan gambarnya jauh dari nuansa real. Irasional.

Sekarang? Saya angkat tangan jika harus menggambar ilustrasi abstrak. Tokoh imajinatif seakan tak bersahabat. Tulisan saya pun dikatakan sebuah artikel ilmiah oleh teman saya.

Belum lagi soal ‘memilih dan dipilih’. Kata-kata Pak Wayan seakan berputar-putar di otak. Jadi selama ini saya?

Sudahlah..

Saya tertampar dengan jejak goresan cat minyak. Cat minyak yang sifatnya menutupi. Cat minyak yang membuat saya berpikir keras. Ah, pantas saja saya tidak menggunakannya, pernah, tapi hanya dua kali saja. Tahun 2004. Sekarang? Sudah masuk trisemester empat. Akhir dari 2016. Cat minyak perlu dirasakan. Dipikir keras hanya akan membuat saya hanya pernah dua kali saja. Pantas.

Salam,

DC

#1week1writing