Storage Hati

Beberapa hari lalu salah seorang teman dekat saya curhat habis-habisan tentang gadis yang dia cintai. Gadis yang menginspirasinya banyak hal dan memberinya pengalaman mencintai yang berbeda dari sebelumnya. Namun sayang, ia harus merelakan kenyataan bahwa gadis tersebut saat ini belum bisa membalas cinta teman saya itu.

Patah hati. Iya, dia patah hati.

Setelah menghibur dan menjadi telinganya, setelah membalas ratusan chat, dan mendengarkan seluruh ceritanya, akhirnya saya mengatakan “Semakin sering patah hati, insyaa Allaah akan semakin cepat move on” tentunya dengan diiringi tawa. Ya, saya mengatakan demikian setelah beberapa hari dari kejadian dan setelah saya pastikan teman saya sudah bisa diajak bercanda. Continue reading “Storage Hati”

Advertisements

Memahami Status Quo

Disclaimer dululah, saya tidak akan membahas status quo dalam istilah perpolitikan atau status negara, tapi status quo dalam relasi antara laki-laki dan perempuan, yang artinya sama-sama tidak ada kemajuan, stagnan, statis, gak ada perubahan.

Menjalani relasi dengan lawan jenis yang bukan temenan biasa tapi disebut pacaran pun bukan, mungkin banyak yang mengalami. Ada yang menikmati dan akhirnya “jalani saja”, ada juga yang gemas sendiri. Mau tanya dia nganggap apa takut kecewa, tapi dipendam sendiri juga bikin mangkel hati. Continue reading “Memahami Status Quo”

Selingkuh Itu Nature?

Cheating, infidelity, selingkuh, atau bahasa jadulnya ngelaba, memang sudah ada dari zaman yang entah kapan. Benarkah selingkuh memang nature-nya manusia? Benarkah kita bisa cinta sekaligus dengan dua orang atau lebih? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Mungkin wajar banget jika dalam waktu yang bersamaan kita suka dengan dua atau lebih orang. Yang satu suka karena caranya memperlakukan kita, yang satu suka karena pribadinya. Atau keduanya suka karena alasan yang sama? Mungkin banget. Tapi entahlah, saya pribadi percaya bahwa perasaan manusia tidak (pernah) adil, hehe.. Pasti ada perasaan yang lebih, walaupun rasa, alasan, atau muatan emosinya sama.

Continue reading “Selingkuh Itu Nature?”

Cinta tapi Beda (Suku)

“Apa yang akan kamu lakukan jika orang tua pacarmu tidakmenyetujui hubunganmu karena kamu beda suku sama dia?”

Chat pertama yang masuk dari seorang teman lama yang kemudian diikuti oleh emoticon menangis yang banyaaaaakkkk banget. >> 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Ia, teman saya itu, baru saja putus dengan pacarnya setelah lebih dari 2 tahun pacaran. Saya selalu ingat sekali bagaimana teman saya ini selalu bahagia dan bersemangat ketika menceritakan pacarnya ini. Iya, sosok pacarnya ini adalah sosok ideal baginya. Cerdas, penyayang, sopan, pengertian, good looking, sudah punya pekerjaan yang bisa diandalkan, ah pokoknya gak ada alasan buat teman saya meninggalkan pacarnya. Seperti oase di padang pasir. Dia yang sebelum-sebelumnya selalu disakiti, bahkan sampai diselingkuhi, kemudian bertemu dan menjalin hubungan dengan yang selama ini diidam-idamkan. Lalu kemudian harus berakhir karena tak ada restu dari pihak keluarga si pacar. 

Continue reading “Cinta tapi Beda (Suku)”

Is S/he The Best One?

​Habis Ramadhan terbitlah nikahan.

Bulan Syawal memang selalu jadi pilihan para pasangan untuk mengikat hubungan mereka menjadi legal dan halal. Mungkin karena Syawal identik dengan bulan kemenangan, iya kemenangan, menangin hatinya dan orang tuanya #eaa.. Sorry ini fix spam! Hahaha..  Continue reading “Is S/he The Best One?”

Komitmen Itu Menyeramkan

Pertemuan saya 3 hari ini bersama partners in crime dari kuliah setelah entah berapa tahun gak ketemu kembali membawa oleh-oleh. Oleh-olehnya bukan oleh-oleh biasa. Ah, selalu, ngobrol-ngobrol cantik bareng mereka selalu meninggalkan jejak manis dalam ingatan. Apalagi mereka sekarang udah lebih matang, hihii..

Inah yang sekarang udah resmi menyandang gelar psikolog, semakin bijak saja dalam memandang suatu hal. Gisep dengan berbagai pengalamannya, tak kalah wise nya dalam menjalani hidup, oiya, dia juga sudah berhijab sekarang, makin nice saja. Dan Nisa, seorang guru preschool semakin stay cool dan keibuan. Saya? Semoga ada secercah perubahan positif pula pada diri ini.

Continue reading “Komitmen Itu Menyeramkan”