“Ah, Rupanya Ikhlas Itu Sulit, Ya”

Sebelumnya

Sudah seminggu sejak di kafe kopi itu. Tak ada chat yang masuk. Ia tahu, “Rasy” tidak pernah menunjukkan tanda apapun. Pun dengan dia kepada “Rasy”. Terlihat seperti teman biasa.

Aku sudah ada yang mau kutunggu. Carilah yang lain yang lebih baik!

Continue reading ““Ah, Rupanya Ikhlas Itu Sulit, Ya””

Advertisements

“Apa aku layak?”

Sebelumnya

Warung kopi atau mungkin acara ngopi itu sendiri, selalu menyajikan drama. Seperti saat Rangga dan Cinta di Jogjakarta. Pun terjadi dengan seorang wanita muda dan seseorang yang disebut “Rasy”.

Beberapa saat “Rasy” masih anteng dengan diamnya. Wanita itu tahu, ia telah memberikannya ‘serangan’ dadakan. Memukul telak. Tak memberikan kesempatan memasang kuda-kuda.

Continue reading ““Apa aku layak?””

“Kalau aku mau?”

“Aku ada di Bandung, loh!” Seru seorang wanita muda memberitahu keberadaannya pada seseorang melalui ponsel.

“Hah? Bandung? Kok gak bilang-bilang?”, respons seseorang di ujung telepon sana.

“Ini aku bilang kamu”, jawab wanita itu lagi.

“Yuk, ngopi yuk.. Mau gak?”, tawar seseorang itu.

“Oke, dimana?”, jawabnya lagi. Kali ini senyumnya semakin lebar dari sebelumnya.

“Kirimkan saja lokasimu, nanti aku jemput jam 4 sore”. Continue reading ““Kalau aku mau?””