Nangorku Kini

Setelah… Entah kapan terakhir kali saya kesini, ke Jatinangor, tempat saya ditempa, menuntut ilmu dan bercinta *eh, ini mah salah satu lirik mars fakultas saya*, akhirnya saya datang kembali.

Seberhentinya Damri di Pangdam (Pangkalan Damri), saya langsung menuju masjid Unpad yang entah apa namanya 🙈 dulu kan Ibnu Siena ya yang di atas, nah kalau yang bekas GOR ini gak tau namanya apa. Bentuknya sih gak kayak mesjid pada umumnya yang berkubah ya, eh tapi udah banyak ding mesjid yang unik-unik sekarang mah.

15232789656_9ea2e396b3_b
Ternyata namanya Bale Aweuhan (Masjid Raya Unpad)  😀 (source: Google)

->

Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya

Sebelumnya mau disclaimer dulu, saya bukan Beauty Blogger dan belum pantas jadi beauty blogger, hehe.. Tapi saya mau menceritakan tentang khasiat (dooh, wis koyo obat) suatu produk.

Akhir 2014 saya meninggalkan tempat saya bekerja sebelumnya yang penuh dengan AC menuju tempat kerja yaaaaanggg.. Tanpa AC, terjun langsung ke lapangan, di bawah terik matahari, dimana kondisi lapisan tanahnya tanah merah yang dilapisi pasir putih, sering lalu lalang truk dengan muatan karet atau sawit, kemana-mana naiknya motor, debu, asap kendaraan dari jalan lintas timur, plus cuaca panas dan air yang berbeda. Apa yang terjadi dengan wajah saya? Jerawatan!

Continue reading “Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya”

Dua Cup Es Krim dan PHP

Lebih dari dua bulan saya tidak menulis di blog ini. Rasanya ada utang besar yang saya tunggak. Hastag #1week1writing gagal saya terapkan. Sebulan persiapan dan sebulan lebih pelaksanaan training intensif Calon Pengajar Cerdas (CPC) Angkatan II cukup menyita waktu. Ah, sepertinya saya sedang mencari pembenaran, hehe..

***

“Kak, bisa masak?”, tetiba pertanyaan itu terlontar dari seseorang yang ada di depan saya. Berdiri tepat di seberang saya yang sedang mencuci piring kotor habis makan sendiri. Kebiasaan mencuci piring sendiri saya terapkan dalam pelatihan ini.

“Emangnya kenapa? Apa urusannya?”, jawabku pura-pura sok misterius.

Continue reading “Dua Cup Es Krim dan PHP”

Ulang Tahunnya Gak Jadi

​Pernah dengar ada orang ulang tahun tapi tertunda? Bukan, bukan pestanya, tapi memang tanggalnya gak jadi tanggal itu. Mungkin hal ini akan terjadi satu dari seribu manusia dunia berdasarkan perhitungan statistik abal-abal yang dilakukan saya.

Ya, saya baru saja mengalami kejadian dimana mau mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah satu (yang saya anggap) kakak saya, Koko Santo namanya, tapi segera ada klarifikasi kalau ulang tahunnya tidak jadi tanggal ini, tetapi jadi tanggal 13 Oktober. Kok bisa? Saya pun tak paham. Continue reading “Ulang Tahunnya Gak Jadi”

Setahun Yang Lalu: Setengah Sumatra

​Tahun lalu kita berdua dongkol di bis, lalu diajak keliling Bukittinggi dini hari (udah kek mau sahur on the road 😆) sama abang ojek dan dibonceng 3 dgn 2 buah carier 55 L.

Sesaat sebelum bis datang

Entah berapa banyak penginapan yang kita datangi, tak satu pun tersedia kamar yang bisa menampung kita. Beruntung, ada warung sanjay dengan air berwarna kopi susunya 🙈. Alhamdulillaah berkah shalat shubuh, ada juga yg mau mungut kita, dikasih selimut yg hangat dan tentunya makan yang enak 😝

Continue reading “Setahun Yang Lalu: Setengah Sumatra”

Aci Tanpa ATM

Sore tadi, Aci, sebutanku untuk lelaki yang sudah seumuran negeri kita, Indonesia, kakekku, berkata pelan kepadaku, “Katanya, di kota sudah turun, Sunsun tadi bilang, mungkin buat pensiunan besok, besok deh dilihat”. Tentunya obrolannya saat itu full in Sundanese, hehe..

Kabar tentang gaji ke-13 dan 14 jadi obrolan hangat para PNS dan pensiunan saat ini. Aci, seorang pensiunan PNS Dinas P&K, atau Dinas Pendidikan saat ini, pun sedang menanti. Continue reading “Aci Tanpa ATM”

Kekuatan

Saya tidak pernah terpikir bisa mengatur barisan anak-anak, berdiri tegak, dan menahan tetesan air mata ketika kudapati kabar wanita yang selalu menunggu aku pulang, yang selalu kupanggil setiap kali membuka pintu rumah, dan yang selalu memeluk dan menciumku setiap kali aku berangkat kemanapun, harus berpulang, tanpa aku peluk dulu ia di detik terakhirnya.

Dialah pahlawanku dan dia sudah merdeka.

17 Agustus 2015

Cucumu,
I do love you, Enin.

Batas

Aku tahu, setiap tahun, setidaknya setiap ‘Idul Fithri, kamu selalu mengirimiku sebuah pesan pertanyaan kabar, ucapan Selamat Hari Raya dan permohonan maaf. Entahlah, apakah kamu copy-paste dan mengedit bagian namanya, atau memang kamu mengetiknya langsung untukku. Walaupun sekali pun aku tidak pernah membalas, bukan berarti aku tidak mengucapkan terima kasih dan juga memaafkanmu. Tidak.

Continue reading “Batas”

Batuk dan Rindu

Memasuki bulan ketiga aku dititipi batuk yang tiada henti. Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada). Yes, batuk yang hampir nyaris 2 bulan ini aku ‘piara’. Bukan tidak mau aku ‘menyapihnya’, segala usaha sudah kulakukan. Mulai dari berobat dengan cara sendiri membeli obat batuk warung di Indomaret dan Alfamart, meminum obat tradisional racikan Ibu hostfam, berobat ke bidan, dokter umum, puskesmas, sampai akhirnya ke dokter spesialis paru dan dilakukan foto rontgen, si batuk itu akhirnya hilang dengan diagnosis all is well, karena udara kotor.

Continue reading “Batuk dan Rindu”