Di Suatu Siang di Pine Hill Cibodas

Dalam kereta kembali ke Jakarta, saya mau cerita mengenai obrolan insightful saat di Bandung tadi siang. Obrolan saat saya berada di nikahan Mbak Ifa Misbach, bersama para senior, Mbak Najelaa Shihab, Kak Yulia (Ketua Keluarga Kita), para BOD-nya Cikal, dan Mas Iwan Syahril dan Fiona di sesi berikutnya.

Obrolan itu berawal saat saya sedang menikmati suasana pesta kebun yang ciamik di Pine Hill Cibodas. Lalu, Kak Yulia tiba-tiba bertanya, “Jadi kamu mau konsep pernikahan seperti ini, Dith?”. Saya hanya tertawa dan menimpali, “Aku mau fokus memantapkan calonnya saja dulu Kak, gak bisa bayangin kayak gimana kalau calonnya saja belum mantap”. Kemudian Bu Hani menanggapi, “Kamu harus punya, punya konsep pernikahan seperti apa yang kamu mau, jodoh itu bisa tiba-tiba, apalagi kalau ada kesempatan, jangan membatasi karena calonnya belum ada atau belum siap!”

Saya hanya tertawa miris. Getir menyedihkan gitu, ahahaha..

“Tapi kamu calonnya ada, kan?”, Mbak Elaa mulai bertanya.

“Entah, Mbak. Pacar sih ada, tapi dia belum tahu mau kapan. Katanya, sampai usahanya stabil. Tapi itu menurutku infinitive. Aku mau kepastian, hahaa.. 2 tahun, atau berapa pun, jadinya aku mikir, ‘worth it gak sih aku jalani'”, saya pun mulai curhat.

“Kamu udah yakin he works for you? Atau he has willing to make an effort for your future?”

“Aku gak yakin. Bahkan mungkin untuk dirinya sendiri. Aku gak lihat usahanya untukku. Dia masih sibuk sendiri. Asyik dengan kerjaannya. Memang dari awal dia bilang ‘Sama aku susah memang waktunya, Dith. Take it or leave it’. Dia bisa kerja dari pagi sampai pagi lagi. Dia cuma punya waktu Minggu aja, sering kali dia sambil kerja”

“Berat memang sama workaholic. Dulu gue begitu. Tapi setidaknya dia ada empati, dengan dia bilang di awal soal waktunya.”

“Aku merasa effortku lebih banyak. Dia selalu bilang ‘take it or leave it. Sink or swim’. Kayak aku yang selalu ngalah. Yang selalu ikutin mau dan waktunya. Aku ampe bilang ‘aku kangen banget’, tapi gak digubris. Jadinya mikir, dia mau gak sih sama aku? Tapi ditanya gitu dia bilang masih mau-mau aja, cuma akunya aja yang gitu.”

“Susah sih ya. Relationship itu kan urusan pemenuhan needs masing-masing. Ada komunikasi gak sih selama waktu kosong dia itu?”

“Aku pernah minta, dia kasih sejam, dan kita ngobrol. Jadi setiap dia kasih waktu, aku mesti excited. Often times, I ruined his mood by a little things, for me it’s just a little things, but not for him, it’s matter”

“Sama dia, kamu harus fun. Tapi cukup memperhatikan hal kecil. Selama dia punya empati, kasih waktu aja 6 bulan lagi, kalau empati saja tidak ada, leave it.”

“Tapi aku merasa effortku lebih besar.. aku kasih 6 tp yg dia lakukan cuma 4”

“Dalam hubungan itu tidak pernah equal. Pasti akan begitu. Kenapa kamu fokus membandingkan?”, kata Fiona di kesempatan berikutnya.

“Sebenarnya, worth it gak sih Mas aku nunggu dia yang gak jelas ngasih kepastian?”, tanyaku pada Mas Iwan, hahaha..

“Setidaknya ada 6 hal yg perlu kamu ingat dan pertimbangkan. 1) Ganti bukan ‘worth it gak sih aku nunggu dia?’ dengan ‘dia worth it gak sih buat aku tunggu?’ 2) Sama tidak visi pernikahan kamu sama dia? 3) Kamu bisa membayangkan tidak suatu hari bisa hidup dengan dia selamanya? 4) Dia bagaimana ketika ada masalah? Dibicarakan tuntas atau bagaimana? Intinya bagaimana komunikasi kalian saat sedang ada masalah 5) bagaimana perasaanmu? 6) take a risk. Bismillaah aja, karena semuanya gaib.

4 diantaranya itu pertimbangan logika, 2 terakhir itu perasaan. Saya dan istri saya itu berbeda sekali. Jadi jangan pernah mengharapkan yang sama, tapi harapkan ada tidak komunikasi”, jawab Mas Iwan.

Ya, begitulah. Di daerah pegunungan di Bandung, di acara nikahan yang sweet banget, di tengah cerita pengantin yang saling menemukan saat mereka pernah gagal hidup dengan pasangan sebelumnya, dan di tengah didiemin sama dia, hahaha..

20190317_131438

Salam,

DC20190317_13090820190317_102440IMG-20190317-WA0013IMG-20190317-WA0008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s