Pelajaran dari Pacar Orang :p

I’m back!

Lama tak mengotak-atik blog kesayangan. Tempat nyampah sekaligus mengeluarkan isi kepala. Hehe.

Well, saya mau cerita sedikit mengenai pengalaman saya kemarin-kemarin. Maafkan kalau cerita ini lebih ke cerita teenlit, ahahaha.. saya juga gak sedikit pun prediksi akan mengalami ini di usia yang sekarang -___- 

Pertama, saya bertemu dengan seseorang yang sebut saja namanya Ilham. Saya sudah kencan tiga kali dengannya. Sekali kencan bisa berjam-jam. Dari siang sampai tengah malam. Mulai dari makan siang, nonton, ngopi, sampai ngobrol ngaler-ngidul. Gak berhenti. Bahkan selama dalam perjalanan di motor.

Hal yang menarik dari dia? He listened more, acted much more.

Okay, dia asing memang untuk saya. Tapi yang membuat saya heran adalah bagaimana kami bisa sama-sama saling langsung akrab dan seperti sudah kenal lama. He googled me. He read all about me. Daaaannn.. dia ingat semuanya. Bahkan nama beasiswa saya pun dia ingat! Bagi saya yang terlalu sering mendengarkan ini menjadi sesuatu yang matter sih. Hehe.. Tapi sial untuk saya, informasi mengenai dia sangat sedikit sekali. Dia tidak aktif di media sosial. Tanya teman-temannya pun jawabannya sama, dan dia juga bukan yang punya banyak teman atau bahkan punya teman dekat.

Hal menarik dari dia? Selama bersama saya, dia fokus dan hadir sepenuhnya untuk saya. Dia jarang sekali terlihat memegang handphone-nya. Bahkan saya suka malu sendiri kalau saya masih menggenggam handphone. Ya, emak-bapak saya suka telepon kalau weekend kan ya, dia juga suka lihat sendiri saya ditelepon mama. Tapi setelah itu dia selalu minta saya masukkan handphone di tas. Saya? Manut. Menghargai kebersamaan kami. Berusaha hadir sepenuhnya.

“Kamu lapar, gak?”

“Mayan, tapiii … Gak mau makan berat kayak nasi!”

“Hmm.. pasta!”, kami bersamaan mengungkapkan apa yang dimau.

Kejadian seperti bukan hanya sekali, kami pun heran kami bisa saling terkoneksi satu sama lain.

Sebagai manusia yang suka mengobservasi manusia lainnya, cara dia bersikap cukup berkesan menurut saya. Positioning dia saat kami jalan. Bagaimana dia memesan makanan saya, saya pun heran kok dia bisa menangkap makanan seperti apa yang saya mau. Sudah mah saya cenderung picky dan saat itu saya pun sedang melakukan pengaturan makanan, membatasi makan daging dan telur.

Lalu, apa maksud dari tulisan ini?

Oke, insight-nya dari pengalaman saya ini adalah pria seperti ini pastinya pria yang well-trained dan experienced tentunya. Betul! Dia sudah punya pacar, ternyata. Saya pernah jalan dengan pacar orang -_- Setelah kejadian itu saya menonton film Aruna dan Lidahnya. Apa yang diceritakan Nad tentang bagaimana orang yang punya pasangan sedang bersama ‘selingkuhannya’ cenderung benar-benar fokus pada pertemuan itu. Di cerita Nad bahkan tidak melihat jam dan handphone. Pengalaman saya sih lihat jam hanya untuk memastikan waktu shalat dan jadwal nonton. Selebihnya kami nikmatin saja. Hahaha.

Nyesal? Dikit. Baru kali ini saya jalan sama pacar orang, hahahaha. Tapi pengalaman ini sangat-sangat jadi pembelajaran. Bahwa manusia walaupun unik, ia tetap ada pola dan pattern-nya.

Bye,

DC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s