If I Die

Hahaha.. judulnya menyeramkan ya? Saya juga sebenarnya merinding nih bikin tulisan ini.

If I die.

Mati siapa yang tahu? Bukankah itu ketetapan yang sangat pasti? Saya akan menikah itu peluang. Saya sukses akan itu juga peluang. Tapi saya akan mati itu pasti. Kemarin, adik teman SD sekaligus SMA, yang juga anak guru saya, plus cucu dari adiknya nenek buyut, meninggal dunia secara tiba-tiba. Almarhum bahkan sedang bekerja. Masih sangat muda. Beda 3 tahun mungkin sama saya. Dan baru saja menikah. Ia meninggal saat sedang bekerja (kecelakaan kerja), beritanyaย disini

Saya sendiri kaget sekaget-kagetnya. Lama tak ketemu, tahu kabar dia meninggal. Ia punya saudara kembar. Saya ingat sekali kalau saudara kembar itu galak tapi lucu waktu kecil ๐Ÿ˜‚

Saya baca beberapa komen di medsosnya. Banyak ucapan duka cita. Bahkan ada yang nulis, “kasihan istrinya lagi hamil muda”, “kasihan ibunya, gak tega lihat ibunya”, “anaknya paling sholeh”, dan lain sebagainya.

Teman-teman dan kerabat yang mengenalnya mengingat ia sebagai orang baik. If I die, teman-teman dan kerabat saya akan mengingat saya sebagai orang apa? Orang pelit yang perhitungan? Orang galak dan bermulut pedas? Atau?

Ia meninggalkan istri yang (pastinya) sangat membutuhkan dia. If I die, siapa yang sedang membutuhkan saya? ๐Ÿ˜‚ kantor tempat saya bekerja akan mudah mencari pengganti saya. Teman yang dulu ngutang, sekarang sepertinya udah stabil, toh gak pernah ada chat masuk lagi ๐Ÿ˜‚ Temen yang suka curhat, beberapa sudah happy, dan beberapa pastinya akan menemukan teman curhat baru lagi.

Keluarga? Mungkin awalnya sedih. Tapi, saya sudah lebih dari 10 tahun jauh dari rumah, mungkin gak begitu kerasa ๐Ÿ˜† apalagi ayah sama mama, sejak kecil saya tinggal bareng Enin dan Aci. Enin juga sudah gak ada. Aci? Mungkin akan sedih, tapi mungkin gak lama dan kepergianku tak semenyakitkan kepergian Enin ๐Ÿ˜. Soal mama sama ayah, mungkin mereka akan sedih juga sih, tapi mama masih punya 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Siapa lagi ya? Adik-adikku? Mereka tipikal yang cepat move on kok.

Sahabat? Sahabat saya sedikit, dan pastinya mereka punya sahabat lain selain saya, atau sebenarnya mereka hanya menganggap saya teman? ๐Ÿ˜‚

Pasangan? Anak? Tidak ada.

Jadi, if I die, pastinya dunia akan terus berlanjut dan tidak ada orang yang kehilangan dunianya (mungkin).

Semoga khusnul khatimah saja, ya. Semoga sakaratul mautnya tidak semenyakitkan itu. Semoga saya bisa bertemu dan berkumpul dengan Enin, Anjung, Wa Iyen, Mak Nana, dan banyak orang baik dan shalih.

Dooh, kok jadi sedih, ya?

Salaam,

DC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s