#10 Romatismeku Punya Caranya Sendiri

Percakapan dalam SMS

👨: Lagi apa? Aku perlu ngomong. Mau minta maaf, tapi pulsa tipis. Gak bisa SMS lagi atau telepon. Kutunggu di Pakilun, ya, jam 12.15.

👩: Bilang aja, “mau ketemu”.

**

Thanks ya, udah mau jadi OP. Nanti aku bakal tahu kepribadian kamu kayak apa 😂😂”

“Eh, serius?”

“Kan emang lagi belajar ngetes terus interpretasi juga. Nanti hasilnya dibikin laporan kepribadian gitu. Tapi aku gak bisa ngasih ke kamu, entar takut salah, namanya juga lagi belajar.”

“Oke, no problem. Tapi biasanya dulu temanku diajak tes sama anak Psikologi dia dapat nasi kotak.”

“Hmm.. gak sampe nasi kotak sih sekarang, karena gak sampe jam makan siang. Kan cuma bentar. Jadi cukup sama ini aja”, kusodorkan sebatang cokelat Silver Queen kepadanya.

Tangannya menyambut cokelat itu dan ditimang-timangnya. Seketika ia menatapku takjub. “Ini doang? Gak, ah. Aku gak mau cokelat aja. Aku mau reward makan. Yuk makan siang!”

“Bilang aja, mau ngajak makan.”

**

“Aku udah nyiapin baju,booking tempat, dan juga motor dari Yudis.”

“Terus?”

“Kamu siapin juga, dong!”

“Siapin apa?”

“Kamu gak sensitif banget sih!”

“Apa kaitannya dengan kamu nyiapin baju, booking tempat, pinjem motor, sama aku yang gak sensitif?”, aku mulai kesal.

“Besok, kamu minta Muthi buat dandanin dikit. Jam 04.00 kujemput. Gak pake lebih!”

*

“Ciyee.. yang besok mau dinner bareng ngerayain anniversary pura-pura.. hahaha”, goda Muthi tiba-tiba saat aku baru saja merebahkan badan di kasur.

“Hah? Dinner? Anniversary pura-pura? Apaan sih??”, tanyaku bingung apa yang dimaksud Muthi.

“Lah? Gak jadi?”

Pertanyaan Muthi semakin membingungkan. Apa maksudnya? 

“Thi, aku seriusan gak ngerti maksud kamu. Dinner dimana? Anniversary pura-pura macam apa? Dan apa yang gak jadi?”

“Bukannya kamu sama Ryan besok mau dinner lucu-lucu gitu kan di Bandung?”

“Ryan gak ngomong sih..”, jawabku masih bingung.

“Hmm.. apa dia mau ngasih surprise gitu ya sama kamu? Dia minta aku buat dandanin kamu besok. Katanya mau ngerayain 1st anniversary yang gak tahu jelas tanggal berapa. Jadi katanya, pura-pura aja anniversary. Hahaha..”

“Hoo.. jadi maksud dia booking tempat, nyiapin baju, pinjem motor, sama dandan itu dia mau ngajak aku makan malam di Bandung?”, akhirnya aku bisa paham apa yang terjadi.

Aku merasa komunikasi kami berantakan. Dia yang tidak to the point menyampaikan maksudnya, sok misterius, penuh dengan kode, ingin aku peka, dan paham sendiri maksudnya dia, sedangkan aku sendiri ya begitu.

“Kalian tuh lucu, ya? Si Ryan gengsi kali mau bilang ngajak makan malam sweet, kamu juga ga ngeuh, Ya, apa maksud dia, hahaha..”

“Iya, berantakan ya, Thi?”, aku pun ikut tertawa. Tertawa getir dengan komunikasi kami.

**

Ryan datang tepat pukul 04.00. Dia tampak lebih cute. Haha.. padahal biasa aja, gak ada yang spesial dengan cara berpakaiannya. Kemeja dan celana jeans. Hanya saat ini kemeja itu dibalut dengan sweater abu. Aku? Rasanya sih aku jadi cantik sore itu. Kata Muthi, biar gak kebanting dengan Ryan 😂😂

Ryan begitu menyiapkan acara makan malam itu. Sebuah meja kayu di taman belakang kafe. Lampu-lampu hias membuat suasana semakin manis menggantikan bintang-bintang yang kalah dengan gemerlap lampu Kota Bandung. Gak nyangka Ryan bisa semanis itu, hahaha.

Kami baru saja menikmati hidangan makan malam paling romantis sepanjang kedekatan kami. Kami memang biasa makan di warteg, warung padang, atau warung nasi sunda. Sesekali di kaki lima kampus atau makanan di pinggiran jalan. Paling mewah makan di foodcourt Jatos atau KFC 😂

Namun, baru saja setengah dari hidangan yang kami santap, tanpa tanda-tanda sebelumnya, langit tiba-tiba menurunkan bulir-bulir air. Langsung deras. Payung di meja tak sempat dibuka, karena siapapun disana tak pernah menyangka bahwa langit bertabur bintang itu akan turun hujan.

Refleks aku langsung meraih tas dan berlari ke arah bangunan kafe. Meninggalkan Ryan yang masih di meja. Menyadari aku sudah ada di seberang, ia segera berlari menujuku.

“Kamu kok ninggalin aku?”, tanyanya kesal.

“Kan hujan. Aku udah dandan cantik juga”, balasku sedikit becanda, khawatir dia ngambek.

“Padahal aku udah lepas sweater buat mayungin kamu dan kita lari berdua dinaungi sweater. Eh, yang mau dipayuni larinya udah kayak cheetah. Gagal dah romantisnya.”

Aku tak tahan untuk tidak tertawa. Saat situasi genting kayak gitu, mana mungkin aku kepikiran buat romantis-romantisan. Menyelamatkan diri dari serbuan air hujan jauh lebih penting. Haha.. tapi dia, kepikir aja buat romantis-romantisan a la film India.

Mendengar aku tertawa, ia terlihat kesal. Melihat hal itu, aku merasa perlu berbuat sesuatu.

“Sini, mana sweaternya?”

“Buat apa?”, jawabannya masih terdengar kesal. Aku pun langsung merebut sweater yang di pundaknya. Kutarik tangannya untuk melipir di teras belakang kafe yang menghadap langsung ke taman tempat meja kami tadi berada. Kutarik Ryan buat duduk bersebelahan. Sweaternya? Awalnya mau kujadikan alas duduk, tapi pasti dia akan murka karena nanti akan kotor. Akhirnya sweater itu diselimutkan di pundak kami, lengannya masing-masing menjuntai di lengan kami. Ryan? Masih cemberut.

“Udah, gak usah nyesel gitu acara makan malam kita gagal. Gak gagal kok, aku udah sangat senang plus lumayan kenyang. Soal romantis, duduk kayak gini di emperan kafe sambil liatin hujan turun dan ditemani french fries juga romantis. Nih, aku tadi sempat mengamankan french fries sebelum lari. Romantis kan?”

Kulihat ia langsung mengambil goreng kentang itu dan memasukannya ke mulut. Aku tahu, setidaknya dia sudah terhibur.

“Kamu bisa romantis juga, ya?”, tanyanya dengan mulut penuh french fries.

“Romantisku itu mungkin gak kayak sinetron FTV di SCTV, walaupun seberantakan apapun komunikasi kita, tenang aja, romantismeku itu punya caranya sendiri” 😎

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s