#9 Kusuntik Dia

“Yan, kamu kapan terakhir patah hati?”, tanyaku tiba-tiba saat sedang menyantap sate padang di belakang Pangdam DU. Tambah nikmat karena bumbunya bercampur kebul asap hitam dari knalpot bus Damri, haha.

“Ntah, mungkin aku tidak pernah merasa benar-benar patah hati”, jawabnya datar.

“Bahkan ketika putus sama Disa?”

“Iya. Aku putus sama Mona Disa karena aku emang pengen putus, jadi emang semua patah hatinya udah kusiapkan.”

“Aku gak pernah nyangka loh kamu emang well prepared, tapi kalau sampai patah hati pun well prepared, aku gak tahu lagi mesti bilang apa” Continue reading “#9 Kusuntik Dia”

Mengapa Anak Mem-bully?

Sambil menunggu commuter line dan memakan buah jeruk pemberian ibu di samping, saya ingin mengulas tentang fenomena yang lagi heboh, bullying. Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan dua video sekaligus, yang satu aksi bullying yang dilakukan remaja berseragam putih-biru, dan satu lagi bullying yang dilakukan mahasiswa sebuah kampus. Pertama kali lihat respons saya sih miris, ngeri, dan mencoba membayangkan apa yang pernah dialami si pelaku di rumah, apa yang ada di pikiran si pelaku dan tentunya bagaimana si korban setelah kejadian itu.

Bullying┬áis a form of aggressive behavior in which someone intentionally and repeatedly causes another person injury or discomfort. Bullying can take the form of physical contact, words or more subtle actions (www.apa.org). Continue reading “Mengapa Anak Mem-bully?”

Tanyakan Kabar Sahabatmu

“Tahu gak sih? Sekarang gue bla bla bla”

“Aku pengen cerita deeehh.. aku lagi kesel banget, bla bla bla”

Kemudian cerita itu panjang kali lebar kali tinggi. Bahkan berjam-jam. Cerita setiap detailnya.

Sering mengalami demikian? Jelas. Kita makhluk sosial. Rata-rata pasti punya teman dekat untuk berbagi cerita. Hingga suatu malam, ketika saya dan teman saya sedang terhubung dalam.percakapan via telepon. Saya senang mendengarkan setiap detail ceritanya. Setelah dia selesai, dia nyeletuk bilang, “Lho kok gue egois ya? Dari tadi cerita mulu, ampe gak nanya cerita lo gimana”. Deg. Saat itu saya langsung refleksi keingetan diri sendiri yang juga suka cerita sama teman, mencari tempat mengeluarkan unek-unek, agar diri ini merasa lega dan plong, agar diri ini mendapatkan alternatif solusi dan sudut pandang lain. Setelah itu, lupa dengan kondisi orang yang ada di depan kita. Continue reading “Tanyakan Kabar Sahabatmu”