TemuTeman #2: Seni Mengalah

Sebenarnya sahabat yang saya temui pertama kali sejak liburan panjang ini ya Sofaa (tanpa huruf H dan dengan double A). Teman sebangku sejak kelas XI, sekelas tiga tahun, teman pulang bareng karena satu jalur angkot, dan sudah saya dengar namanya sejak SMP, jauh sebelum saya ketemu betulan dengannya. Yap, ternyata Sofaa itu teman SD-nya teman SMP saya, kebetulan dia suka cerita tentang Sofaa.

Anak ini sekarang sudah menikah dan memiliki anak laki-laki usia setahun lebih. Sofaa dulu masuk dalam jajaran “The Most Wanted Girl” di sekolah. Kayaknya hampir ada perwakilan kelas yang suka sama dia, bahkan sampai nembak. Orang bilang doi mirip Laudya Chyntia Bella. Yang sekelas aja ada Tedjo, Eki, Amang, dan Gilang, yang suka, belum kelas lain, haha.

Continue reading “TemuTeman #2: Seni Mengalah”

TemuTeman #1: Tentang Romantis

Liburan panjang yang saya dapatkan kali ini saya manfaatkan untuk bertemu dengan sahabat-sahabat dekat saya saat SMA. Akhir minggu di awal bulan April saya putuskan untuk melakukan perjalanan ke Kec. Sodonghilir, Kab. Tasikmalaya, sekitar 2 jam perjalanan. Ada sahabat saya disana. Saya sih biasa memanggilnya Meonk sejak dulu. Alasan saya manggil dia begitu karena dia sangat suka kucing dan saya lihat dulu dia mirip kucing 🙊 maksudnya manjah-manjah gimanaaa gitu 🐈🐈.

Dia cukup dekat dengan saya. Dulu saya sering di-booking-nya untuk menginap di kosan dia dan mengajarinya jika esok ulangan. Dia juga termasuk yang paling banyak ‘nyampah’, ah entah berapa banyak dosanya yang kusimpan dalam ingatan 😂. 

Saat ini ia sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Ia menikah dengan laki-laki yang sejak SMA dipacarinya. Laki-laki yang bertampang biasa saja tapi memiliki kesabaran luar biasa, setidaknya bukan menurut saya saja, banyak orang mengiyakan juga. Senja namanya. Eh ini bukan asal sebut saja ya, memang nama asli, kok 😁

Continue reading “TemuTeman #1: Tentang Romantis”

#8 Orang Bermanfaat

Aku tahu, ketika jempolku tengah menekan-nekan tuts henpon, ia melirik lewat sudut matanya. Itulah, seseorang yang jika memiliki tatapan tajam sepertinya kurang ahli dalam hal melirik-lirik, mengintip atau curi-curi pandang.

“Kamu ngintip, ya?”, tanyaku. Ia gelagapan karena aksinya tertangkap basah.

“Hmm.. SMS dari siapa, sih?”, tanyanya balik dan membenarkan tuduhanku.

“Temenku, temen SD”

Continue reading “#8 Orang Bermanfaat”

Menertawakan Diri

Sekitar 12-13 tahun yang lalu saya berada di sebuah ruangan yang disebut kelas. Ada sekitar 40 manusia usia remaja, termasuk saya. Saat itu waktu matahari sudah sedikit lengser dari kepala. Seorang guru berusia 40 tahunan masih asyik berceramah tentang proses terjadinya bumi. Sementara banyak dari audience menguap.

“Jadi bumi itu terbentuk dari sebuah ledakan maha dahsyat yang terjadi jutaan tahun yang lalu, teori ini disebut Teori Big Bang”

Seorang teman yang duduk di kursi belakang menekan-nekan punggung saya dengan pulpen. Segera saya pun menoleh, rupanya itu panggilan bahwa ia ingin menyampaikan sebuah pesan melalui secarik kertas kecil.

Continue reading “Menertawakan Diri”