#7 Dan Aku Pastikan Bukan Kamu Orangnya

Don’t judge the book by its cover. 

Orang akan mengira Ryan sebagai sosok yang tenang dan kalem. No! Hentikan pikiran itu. Ryan itu ribet. Sebenarnya cepat tersulut. Banyak khawatirnya, tapi hal itu bisa bikin dia jadi well prepared. Hobi dia? Ngomel kalau ada hal yang (menurutnya) gak beres. Telat dikit, ngomel. Kotor dikit, ngomel. Salah dikit, ngomel. Semua diomelinnya. Gak pandang bulu, even you are strangers to him.

Pernah suatu hari di sebuah ruangan yang dijadikan mushala di Sabuga ITB, ada seorang perempuan muda. Seingatku dia anak jurusan keperawatan. Temannya temanku. Tapi aku lupa namanya. Saat dia akan shalat, dia kebingungan mencari mukena, karena ternyata tidak ada mukena. Saat itu Ryan masuk, tanpa tedeng aling-aling, wanita muda itu diomelinnya.

“Makanya, kalau sadar baju yang dipakai belum cukup syar’i dipakai langsung shalat, bawa mukena dong kemana-mana. Jangan ngandalin mukena yang disediakan mushala. Gak semua ada (mukena) yang bersih. Bahkan disini gak ada, kan?”

Kemudian ia melengos cuek dan langsung shalat tanpa melihat lagi wanita yang diomelinya. Saat itu aku shocked melihat apa yang baru saja terjadi di depanku. Sejak dekat sama dia, aku memang di-WAJIB-kan bawa mukena kemana pun kalau pergi. Dia akan mengabsen mukenaku dulu sebelum pergi.

If you think that men aren’t detail, it isn’t on point for him.

Melihat aku datang, wanita muda itu menghampiriku.

“Dia temanmu, ya? Tolong ya sampein ke dia, tolong mulutnya diamplas dikit, biar gak kasar-kasar amat dan jangan langsung judge, kan banyak alasan kenapa orang kayak gini atau gitu”

Speechless. Aku yang kena semprot balas dendam. Yang berulah? Lagi khusyuk shalat.

*

“Duh, mendung euy! Kamu bawa jas hujan?”

“Bawa dong. Aku kan merhatiin cuaca beberapa hari ini”

“Wow, kamu perhatian banget sih, cuaca aja diperhatiin”

“Harus ada yang perhatian dalam suatu hubungan. Dan aku pastikan bukan kamu orangnya”

Sigh. 

“Tadi yang kamu omelin ngomelin aku. Katanya, mulutmu suruh diampelas dikit, biar gak kasar-kasar amat”

“Harus ada yang suka ngomel memang dalam suatu hubungan. Dan aku pastikan bukan kamu orangnya”

Sigh. Kok gue lagi yang kena?

“Ini wish list kamu tahun ini?”

“Iya. Kenapa? Aku juga ada wish list 5 tahun, 10, bahkan 20 tahun lagi”

“Wow!”

“Harus ada yang visioner memang dalam suatu hubungan. Dan aku pastikan bukan kamu orangnya”

Sigh. Underestimated dia, ucapku dalam hati.

“Ini gimana sih, kok bisa kayak gini? Bisa ngerjain gak sih, Pak?”

“Apa, sih? Sini biar aku aja yang ngomong. Kamu diem aja kalau kamu masih belum bisa lembutan dikit”, aku pun mengambil teleponnya.

“O, jadi begitu ya, Pak. Kira-kira Bapak bisa pastikan gak Pak kalau printernya ini masih bisa diperbaiki? Atau Bapak ada rekomendasi tempat service lain kalau sekiranya Bapak belum tahu kepastiannya”. Di ujung telepon sana Bapak Tukang Service Printer pun menjelaskan kondisinya. “O, baik, Pak. Kalau begitu biar kami ambil printernya dan coba service ke Bandung saja ya, Pak? Dimana Pak alamatnya? Bisa di SMS-in? Oke, Pak. Terima kasih ya. InsyaaAllaah nanti sore kami ambil ya”

Ia pun hanya pasrah menerima kembali telepon CDMA-nya.

“Kamu lembut banget ngomongnya. Itu yang aku belum bisa”

“Harus ada yang lembut memang dalam suatu hubungan. Dan aku pastikan bukan kamu orangnya”

Akhirnya ada kesempatanku mengatakan apa yang sering dia katakan. Hahaha..

Dia: sigh.

Tapi kesempatan mengatakan apa yang sering dia katakan paling telak adalah saat ia tak berani mengantarkanku malam itu.

“Hahaha.. Jadi kamu takut dicegat hantu, ya?”

“Emang kamu gak takut?”

“Nggak”

“Bohong!”

“Ih, ngapain bohong? Di asrama banyak kali. Tanya aja orang-orang. Harus ada yang berani memang dalam suatu hubungan. Dan aku pastikan bukan kamu orangnya”

Hahahahaha. Double strike.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s