Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya

Sebelumnya mau disclaimer dulu, saya bukan Beauty Blogger dan belum pantas jadi beauty blogger, hehe.. Tapi saya mau menceritakan tentang khasiat (dooh, wis koyo obat) suatu produk.

Akhir 2014 saya meninggalkan tempat saya bekerja sebelumnya yang penuh dengan AC menuju tempat kerja yaaaaanggg.. Tanpa AC, terjun langsung ke lapangan, di bawah terik matahari, dimana kondisi lapisan tanahnya tanah merah yang dilapisi pasir putih, sering lalu lalang truk dengan muatan karet atau sawit, kemana-mana naiknya motor, debu, asap kendaraan dari jalan lintas timur, plus cuaca panas dan air yang berbeda. Apa yang terjadi dengan wajah saya? Jerawatan!

Produk perawatan wajah yang saya pakai sudah sejak lama tak mampu membendung serangan jerawat bertubi-tubi. Dulu, kalaupun ada jerawat, paling satu-dua biji saja setiap datang. Ini? Beuh, sekaligus sama nenek-kakek, cucu-cicitnya. Banyaaaakkk banget. Stres? Banget. Saya pun ganti ke produk anti-acne. Mulai dari Clean&Clear, Wardah Anti Acne, Acnes, Pond’s Anti Acne, La Tulipe Anti Acne, bahkan sampai Body Shop, saat saya di Jakarta pun saya tak pakai. Jerawat? Tetap, hanya saat saya pakai La Tulipe lumayan berkurang.

Saya jarang cuci muka? Tidak! Tapi entah, jerawatnya membandel. Pokoknya, hilang satu tumbuh seribu. Belum lagi bekasnya. Belum hilang bekasnya, eh muncul lagi di tempat yang sama.

Tapiiiii.. Semua itu cling sirna ketika saya bertemu dengan Cetaphil. Yes, Ce-ta-phil. Sebuah produk yang (katanya) berasal dari Kanada. Saya hanya pakai cleanser-nya saja. Tapiiii.. Dampaknya wow banget. Bentuknya gak menarik. Botol putih bertutup biru. Dalamnya cairan seperti lendir (sorry to say, umbel a.k.a ingus). Bening tak berbau, karena ternyata no perfume. Bisa digunakan dengan atau tanpa air. Kalau digunakan dengan air, yang beginners pasti kaget karena gak ada busanya. Ya, karena Cetaphil ternyata bebas sabun. Kalau malas bersentuhan dengan air bisa tinggal ratakan dengan tangan ke seluruh muka, pijat atau gosok pelan, kemudian seka dengan kapas.

Cetaphil ukuran paling kecil 125 mL, kisaran harga Rp 85.000-125.000

Cetaphil ini bisa didapatkan di Guardian, Century, Lazada, JD.id, dan di outlet tertentu. Cetaphil memang agak susah dicari di tempat biasa, gak kayak produk biasa. Kisaran harganya juga macam-macam, saya pernah dapat Rp 85.000 di JD.id.

Cairan Cetaphil, bening, tak berbau, dan tak berbusa

Sekarang, saya sudah pakai sekitar tujuh bulan. Jerawat? Tiga bulan pertama bahkan tidak ada, bersih. Pernah ada jerawat, tapi cuma satu biji, itu pun pas saya traveling ke Sumatera backpackeran. Kalau pun ada, sejak pakai Cetaphil cepat banget kempesnya, dan jejaknya pun cepat hilangnya. Oiya, Cetaphil itu tidak mencerahkan, tapi bebas jerawat dan menghilangkan bekas jerawat. Wajah jadi kenyal, lembab, dan produknya aman karena bisa digunakan segala umur (termasuk bayi, lho!)
Intinya, saya bahagia. Kebahagiaan saya sederhana, ya? Bebas jerawat sudah cukup. Thanks Cetaphil. 

Masih perlu bukti?

Kiri: before Cetaphil, Kanan: after Cetaphil

Masih galau saat wajah belum bertemu jodohnya? Cetaphil bisa jadi pilihan. High recommended.

Ini muka saya, saat saya memperlihatkan bebas komedo sama teman. Haha.. Maafkan.

Salam,
DC, yang tengah berbahagia karena wajahnya sudah bertemu jodoh, sementara dia masih menunggu #ehh 🙊

Advertisements

2 thoughts on “Saat Kulit Wajah Bertemu Jodohnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s