Hampir Mati

Ada yang mau mati?

Jawabannya pasti ada. Buktinya banyak yang mencoba bunuh diri.

Aduh, maafkan pertanyaan frontal tanpa sensor dan menyeramkan ini 😦

Setelah kejadian hampir mati, tak sadarkan diri, bahkan untuk buka mata saja sulit, saya tersadarkan bagaimana orang menginginkan mati (dengan cara bunuh diri)? Padahal hampir mati saja sudah sangat menyakitkan.

Ah, sungguh, hampir mati ini mungkin saat ini jadi kesempatan terindah untuk saya. Ampuni, tak ada maksud mengingkari kesempatan indah lainnya. Sungguh. Semoga saya bisa menghidupi kesempatan hidup dari Yang Maha Hidup. Saya tahu menghidupkan dan mematikan adalah hak-Nya, begitupun dengan hidup dan mati adalah hakku.

Salam,
DC

#1week1writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s