Pheromone dan Respons

“Ih, kok Ifa wangi banget ampe kecium gitu? Emang cara pake sabunnya gimana?”

Begitulah kira-kira pertanyaan adik sepupu saya yang masih kelas 4 SD ke kakaknya saat selesai mandi. Mereka mandi bersamaan di kamar mandi berbeda. Mereka memakai sabun mandi dengan merek dan varian yang sama. Lama waktu mereka mandi pun hampir bersamaan, tapi kakaknya jauh lebih tercium wangi sabunnya. How can?


Saya jadi ingat dengan kejadian yang saya alami beberapa bulan lalu saat di Lampung. Saya, Ani, dan Maya, sahabat sesama PM, pergi ke supermarket di Bandar Lampung. Saya dan Maya mencari parfum. Kami pun mencoba parfum yang sama. Kami menyemprotkan parfum di bagian nadi pergelangan tangan. Saya membaui parfum yang saya semprotkan dan penasaran membaui pula pergelangan Maya. Maya pun mengikuti. Kami heran, wanginya beda! Akhirnya kami pun memanggil Ani dan memaksanya mencium tangan kami.

“Lebih wangi yang mana, Ni?”. Satu per satu tangan kami ia cium.
“Lebih wangi yang dipakai di tangan Ditha, wanginya lebih enak”
Mendapati jawaban itu saya pun tergelak, sementara Maya meringis. Bagaimana tidak, parfum yang kami pakai sama merek, varian, bahkan dari botol yang sama, dan wangi yang dihasilkan berbeda. Mungkin itulah yang disebut efek pheromone.

Masing-masing kita memiliki pheromone sendiri. Wangi khas tubuh. Sehingga parfum yang sama pun bisa jadi menghasilkan wangi yang berbeda ketika sudah nempel di tubuh.

Well, saya jadi ingat saat kuliah dulu. “Stimulus yang sama, bisa saja menghasilkan respons yang berbeda pada induvidu yang berbeda”. Sama kayak parfum dan pheromone. Setiap kita unik. Setiap kita memiliki pengalaman dan peng-alam-an yang berbeda tentunya. Walaupum kondisi dan situasinya sama, bisa saja respons kita berbeda.

Yes, semoga apapun kondisinya, setiap kita bisa merespons kondisi-kondisi yang datang dengan lebih bijak ya. Bukan ‘saya’ sendiri saja yang belum bertemu jodoh. Bukan ‘saya’ saja yang sedang kehilangan. Bukan ‘saya’ saja yang sedang mendapat masalah. Ada jutaan orang yang mengalami hal yang sama tapi responsnya beda-beda, bukan? Respons mungkin sama kayak pheromone, tapi beruntungnya respons bisa memilih.

Tak percaya? Buktikan! 🙂

Salam,
DC

#1week1writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s