Aci Tanpa ATM

Sore tadi, Aci, sebutanku untuk lelaki yang sudah seumuran negeri kita, Indonesia, kakekku, berkata pelan kepadaku, “Katanya, di kota sudah turun, Sunsun tadi bilang, mungkin buat pensiunan besok, besok deh dilihat”. Tentunya obrolannya saat itu full in Sundanese, hehe..

Kabar tentang gaji ke-13 dan 14 jadi obrolan hangat para PNS dan pensiunan saat ini. Aci, seorang pensiunan PNS Dinas P&K, atau Dinas Pendidikan saat ini, pun sedang menanti. Continue reading “Aci Tanpa ATM”

Advertisements

Hampir Mati

Ada yang mau mati?

Jawabannya pasti ada. Buktinya banyak yang mencoba bunuh diri.

Aduh, maafkan pertanyaan frontal tanpa sensor dan menyeramkan ini 😦

Setelah kejadian hampir mati, tak sadarkan diri, bahkan untuk buka mata saja sulit, saya tersadarkan bagaimana orang menginginkan mati (dengan cara bunuh diri)? Padahal hampir mati saja sudah sangat menyakitkan.

Ah, sungguh, hampir mati ini mungkin saat ini jadi kesempatan terindah untuk saya. Ampuni, tak ada maksud mengingkari kesempatan indah lainnya. Sungguh. Semoga saya bisa menghidupi kesempatan hidup dari Yang Maha Hidup. Saya tahu menghidupkan dan mematikan adalah hak-Nya, begitupun dengan hidup dan mati adalah hakku.

Salam,
DC

#1week1writing

Pheromone dan Respons

“Ih, kok Ifa wangi banget ampe kecium gitu? Emang cara pake sabunnya gimana?”

Begitulah kira-kira pertanyaan adik sepupu saya yang masih kelas 4 SD ke kakaknya saat selesai mandi. Mereka mandi bersamaan di kamar mandi berbeda. Mereka memakai sabun mandi dengan merek dan varian yang sama. Lama waktu mereka mandi pun hampir bersamaan, tapi kakaknya jauh lebih tercium wangi sabunnya. How can?

Continue reading “Pheromone dan Respons”