Ada Apa dengan Baper? #eh Ada Apa dengan Rangga?

Setelah baca dan denger spoiler-spoiler dari teman dan beberapa kali mencoba mengantri untuk mendapatkan tiket film yang lagi happening banget sa-Indonesia, akhirnya, kemarin, 16 Mei 2016, saya dapat juga itu tiket. Mengantri bersama teman yang selalu tertidur setiapkali menonton di bioskop serta dedek-dedek emesh yang saya heranin kenapa tidak sekolah?? Oiya, mungkin mereka adalah anak SMP kelas 9 yang baru beres UN *positive thinking* wink

Dari judulnya, “Ada Apa dengan Rangga?” (fokus pada judul setelah #eh), dapat dipastikan saya akan membahas Rangga. Iya, saya menikmati wajah ganteng dan tatapan tajamnya si dia (baca: Rangga), tapi jujur saja, saya lebih menikmati wajah catik dan ayunya Cinta. Ah, sepanjang film, mungkin saya dan teman saya dikutuk habis sama penonton di depan, belakang, dan sebelah kanan serta kiri saya gegara membahas cantiknya Cinta ditambah make-up yang dipakai. Apalagi di bagian lipstik. Secara kami punya lipstik yang sama (fyi, itu adalah satu-satunya lipstik yang saya punya). Oiya, saya dan teman saya dapat kado lipstik dari para Macans (sebutan untuk PM TBB) ketika kami baru pulang dari penempatan. Iya, merknya sama. L’OR**L. Nah, si Cinta, pas mau ketemu Rangga, ia sempat bingung memilih baju dan tentunya lipstik. Awalnya dia memilih lipstik dengan warna yang sama dengan punya teman saya, warna merah nyala gitu, sontak teman saya kegirangan, padahal disitu juga ada warna yang saya punya, warna nude, eh akhirnya dia hapus kembali dan mengganti dengan warna nude, yeay! Hahaha..

image
Warna Lipstik yang dipilih saat ketemu Rangga

Okay, kembali ke Rangga dan lupakan lipstik Cinta.

Tujuan saya menulis tentang Rangga ini hanya ingin menuliskan gimana nyebelinnya Rangga. Ah, sial, saya ternyata baper! Hahaha..

Pertama, Rangga ternyata memutuskan Cinta hanya dengan selembar surat yang dia kirimkan dari New York. Gilee.. pasti mahal banget tuh ongkirnya! Hanya dengan surat, tanpa penjelasan, to the point bilang “kita berpisah saja”. Hei, Boy! Emang susah ya menuliskan beserta alasannya? Ya mungkin Rangga akan jawab, “Kalau saat itu saya ngasih alasan, mungkin perjalanan sehari semalam bersama Cinta gak akan terjadi”, oke, baiklaaahh~

Kedua, ketika mengantar Cinta dan keluarga di bandara buat balik ke Jakarta, Rangga dibisiki ayahnya Cinta buat segera lulus kemudian bekerja dan segera melamar Cinta, padahal kata Rangga, saat itulah kuliahnya sedang terpuruk, sampai akhirnya dia memutuskan untuk kirim surat pemutusan hubungan jarak jauh. Cyin, itu kode emas kalau lo, cowok, dikasih jalan sama calon mertua. Lagian ayahnya Cinta kan hanya menyuruh dia cepat lulus dan bekerja, biar Cinta gak kelamaan nunggu, gak ada nyuruh mapan. Bukan pula berarti karena keluarga Cinta yang mapan pasti mengharapkan calonnya Cinta juga sudah harus mapan, bukan? Siapa tahu ayah  Cinta pun memulai semuanya dari nol, mungkin juga dari minus, dan ayah sama ibu Cinta berjuang bersama sampai akhirnya Rangga lihat keluarga itu sangat mapan dan bisa berlibur ke New York. Ah, Rangga, kenapa gak positive thinking? Kenapa gak jadiin cambuk buat bangkit dari keterpurukan kuliah? Ah Ranggaaaaa..

Ketiga, saat Rangga dan Cinta bertemu, Rangga sudah melihat ada cincin melingkar di jari manis Cinta dan Cinta pun sebenarnya sudah cerita kalau dia memang sudah bertunangan. Nyebelinnya Rangga, eh malah diajak jalan -_- Yang tadinya hanya mau sejam, malah jadi sehari semalam. Teruuuuusss.. puisi yang dia buat di pesawat buat minta balikan lagi malah dia kasih dan minta untuk dibaca di saat sudah tidak ada dia. Padahal kan yaa, gak usah dikasih aja, masukin dalam-dalam di saku celana, biar ke giling di dalam mesin cuci, kan udah tahu Cinta mau nikah.

Keempat, saat Cinta cerita tentang Trian, tunangannya, yang ambisius,pekerja keras, dan pengusaha muda, dengan datar dan santainya Rangga bilang, “Pasti dari dulu dia kaya banget, ya?”. Saat itu juga Cinta marah sih, jadi wajar saya juga ikutan kesal, hahaa..

Kelima, waktu Rangga ceritain mantannya, dia bilang dia tidak menemukan Cinta di diri mantannya. Mungkin bagi Cinta itu nyenengin, kelihatan yang dicinta Rangga ya Cinta, tapi kaaaannn.. Tapi kaaaaannnn..

Keenam, kenapa Rangga bawa Cinta ke tempat-tempat yang asyik? Pakai sewa mobil lagi yang pasti bikin pertemuan itu lama. Ish!

Ketujuh dan terakhir, kenapa Rangga minta ketemu lagi di Jakarta, padahal kan saat ngajak Cinta semalaman alasannya karena itu pertemuan terakhir mereka. Ternyata bohong. Bohoooong.. Hahaha..

Anyway, semua kejadian yang membuat saya kesal di atas kalau misalnya gak kejadian, ya mungkin ga bakalan ada film Ada Apa dengan Cinta? 2 Jadi, sosok Rangga yang nyebelin itulah yang membuat Ada Apa dengan Cinta? 2 itu ada. Tapi satu sih yang saya sayangkan, kenapa konflik dengan Trian tidak dilakonkan? Bagaimana Trian yang menurut Cinta ambisius bisa mau melepas Cinta yang semakin cantik dari film Ada Apa dengan Cinta? 1???? Kemudian setelah satu purnama berlalu, Cinta nyusulin Rangga ke New York! Tapi yasudahlah~ tapi by the way, satu purnama itu pastinya berapa lama, sih?

Di balik kebaperan eh kekesalan saya pada sikap Rangga, saya menikmati akting persahabatan antara Genk Cinta. Hangatnya masih sama seperti saat film pertama, tapi kerasa banget rasa mature –nya. Ah, jadi inget saat saya dan ketiga teman saya reuni di Jogja kemaren. Walaupun tidak sama, tapi saya rasa mirip-miriplah, hehe.. Bedanya, gak ada Rangga yang jelasin masa lalu eh! oiya waktunya pas lagi saat film itu launching di Jogja. Terus, saya dan teman saya juga menikmati make up Cinta, yaiyalah ya.. brand L’OR**L, tapi Cintanya juga udah cantik kebangetaaaaannnn siiiiiihhhh~

Terakhir, ternyata senyebelin-nyebelinnya Rangga, dia sadar bahwa puisi indah tidaklah cukup buat membangun cinta dan Cinta. Iya, butuh buat tiket pesawat. Karena Rangga sadar Cinta sudah tahu mana Kota Big Apple, mana Kota Apel. Iya, memang benar, tapi Rangga sedikit keliru. Ternyata dengan tiket ke Kota Gudheg pun sudah cukup membuat Cinta bahagia, asal ada Rangga #eaa.. Sudah cukup membuat Kota Gudheg terasa Kota Gotham. Sudah cukup membuat Cinta cemberut di mobil mewah dan senyam-senyum di mobil rentalan.

image
Saat Cinta jalan-jalan dengan Rangga

Sudahlah, Ada Apa dengan Baper? #eh Ranggaaa. Sekali lagi, Rangga. Titik.

Salam,
DC

#1week1writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s