Menyemangati (tanpa) Kata Semangat

“Semangat, Dithaaa”
“Semoga Allaah memudahkan usahamu yaaa..”

Diantara dua kalimat itu lebih mau dikasih yang mana?

Haha.. Ini pengalaman saya pribadi sih, ketika mendapat dua kalimat itu rasanya saya lebih senang dan lebih nyentuh di hati ketika mendapat kalimat kedua. Menurut saya mungkin karena lebih kongkret. Atau mungkin kata “semangat” bagi saya pun terdengar basa-basi?

Maaf kalau kata-kata saya sangat frontal. Tapi begitulah pengalaman saya. Iya, ketika sedang mengupayakan sesuatu, pasti serta merta kita membawa semangat, jadi saya rasa saya tidak lagi membutuhkan kata “semangat”. Atau ketika sedang down kita juga tahu sih kita harus semangat, iya tahu.

Bukan, bukan maksud saya tidak menghargai dukungan orang lain melalui kata “semangat”, saya pun sedang belajar untuk mengurangi atau bahkan tidak menggunakan kata itu ketika memberikan dukungan pada teman atau saudara saya. Saya menyadarinya ketika saya sedang merasa down kemudian teman yang saya percaya pada akhirnya mengatakan kalimat pamungkas: “Semangat Dithaa..”, dueng! Rasanya hambar kalilah, beruntung saat itu saya cukup berani mengatakan “Jangan bilang semangat”, kemudian dia bilang kalau dia tidak tahu harus bilang apa jadinya ya “semangat” itu memang jadi kata pamungkas. Hehe.. Dia gak salah sih, wong gak tahu mesti ngomong apa, orang kalimat itu udah custom diucapkan untuk menyemangati jadilah kata “semangat” yang keluar, dan orang juga gak protes *kecuali saya* Maafkan..

Saya juga awalnya ya biasa aja, sampai pada satu titik tadi itu, hehe.. Sebagai ide saja sih, rasanya lebih asyik dukungannya atau ungkapan menyemangatinya diungkapkan dengan sesuatu yang lebih kongkret, bukan? Kata “semangat” bagi saya sangat abstrak. Gak tahu deh, otak saya sulit banget mencernanya.

Sepertinya dengan mengganti kata “semangat” dengan doa tidak akan mengurangi makna bahwa kita menyemangati, bukan? Sepertinya, ketika mengganti kata “semangat” dengan doa malah akan menunjukkan kalau kita sedikit paham kondisinya, bukan?

Yuk ah, sama-sama belajar lebih kreatif lagi dalam menyemangati orang lain, lebih kreatif lagi dalan merespons curhatan dan menunjukkan dukungan dengan kata-kata kongkret.

P.s. Hati-hati terjebak dalam nasihat, seringkali kita malah memberikan wejangan panjang lebar, padahal mereka tidak minta. Tahan diri, ya Diriiii.. Semangati dengan doakan saudaramu, Ditha!

Note to my self.

Salam,
DC

#1week1writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s