Wanita: Nilai dan Terdidik

image
source pict: http://www.thecultureist.com

Pernah suatu hari beberapa tahun yang lalu, seorang teman laki-laki saya, sebut saja namanya Irwan, bertanya, “Apa yang membedakan antara orang yang berpendidikan dan tidak? Dan buat apa wanita berpendidikan tinggi kalau pada akhirnya ia (akan) menjadi Ibu Rumah Tangga?” Lama saya tertegun. Pertanyaan ini bukan hanya mendorong saya untuk menemukan jawaban untuk pertanyaan teman saya itu, tapi ini pun sebagai bahan refleksi pribadi. Sebagai orang (yang merasa) terdidik, saya tertantang untuk menemukan sendiri jawabannya, setidaknya jawaban untuk saya.

Pertanyaan itu akhirnya menjadi PR pribadi saya beberapa hari. Saya pun meminta teman saya itu untuk tidak mengungkapkan pendapatnya, rasanya saya tidak mau jawaban saya sedikit-banyaknya ter-insight dari pandangannya.

Sampai di pertemuan beberapa hari setelah itu, saya mengingatkan kembali ia untuk membahas pertanyaannya tempo hari. Saya katakan kepadanya, hal yang membedakan orang yang berpendidikan dengan yang tidak, bukan pada ‘apa yang dipikirkan’, tapi ‘bagaimana ia mikirnya’. Terlihat kernyit di dahinya, saya tahu, jawaban saya perlu penjelasan, hehe..

Menurut pandangan saya, apa yang dipikirkan tiap orang, baik yang berpendidikan dengan yang tidak, pada dasarnya sama, bagaimana memenuhi kebutuhan, entah kebutuhan material, spiritual, intelektual, atau sosial. Levelnya saja yang berbeda, tapi pada dasarnya sama, bukan? Dan yang membedakan kedua jenis orang itu adalah bagaimana mereka mikirnya. Intinya ada pada pola pikir. Malam-malam obrolannya berat.

Pola pikir inilah yang menjadi nilai plus-plus dan menjadikan manusia semakin bernilai, termasuk wanita. Mungkin ini salah satu pertimbangan di beberapa budaya yang memakai konsep ‘uang meminang’, dimana semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar ‘uang pinangannya’. Budaya ini bukan bermaksud meng-harga-i, tapi saya melihatnya sebagai nilai lebih dari pendidikan.

Ah, sudahlah, saya juga sebenarnya tidak begitu memahami soal budaya itu, ini murni perspektif saya, hehe..

Lalu, apakah berpendidikan selalu identik dengan pendidikan tinggi atau sekolah? Rasanya terlalu sempit jika memaknai pendidikan hanya sebatas sekolah formal. Pendidikan informal yang dilakukan orang tua pun adalah pendidikan, bukan? Pendidikan pun bukan hanya berarti ‘mengisi’, tetapi menurut saya memberikan ruang berpikir dan berdiskusi, jadi pendidikan tinggi bisa dilakukan di rumah, bukan?

Nah, jawaban saya pun akhirnya bisa menjawab pertanyaan kedua. Seorang perempuan berpendidikan tinggi, yang (diharapkan) sudah terasah pola pikirnya, kelak ketika membangun keluarga, ia bukan hanya menjadi partner diskusi pasangan, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan ruang berpikir buat anak-anaknya.

Pola pikir yang saya maksud adalah bagaimana pemikiran bisa sistematis alur berpikirnya, fleksibel dalam problem solving sehingga membuatnya struggle dalam mencari solusi, serta toleran terhadap perbedaan dari pemikirannya, menurut saya, yaa.. Hehe.. Dan pola pikir ini pun bisa jadi barrier dalam berperilaku (lagi, menurut saya), karena berpikir adalah proses mental yang melatarbelakngi perilaku, kalo menurut Psikologi, hehe..

Terakhir, saya mau menukil kata-kata dari salah satu ahli Psikologi Belajar, B.F. Skinner, “Education is what survived when what has been learnt has been forgotten” Jadi, bagaimana kita bisa tahu seseorang benar-benar educated atau terdidik? Berdiskusilah, dalamilah pola pikirnya, dan lihatlah sikap sebagai cerminannya, karena dalam sikap ada proses kognitif, perseptual, dan emosional.

So, siap jadi yang berpendidikan, ladies? Luaskan ruang diskusimu. Bukan buat dirimu dinilai, tapi untuk lebih bernilai.

Penutup, Selamat Hari Kartini. Sosok yang sangat mencita-citakan wanita terdidik.

Salam,
DC

#1week1writing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s