Ngambek ala-ala Sinetron

Di bulan kedua ini akhirnya tingkat toleransiku terhadap ‘kekacauan’ anak-anak kikis juga. Pasukan Bintang, kelas 3 yang banyak aku ajar tingkahnya sangat membuatku pusing. Sebenarnya ini adalah makanan sehari-hariku. Mereka memang terbiasa aktif. Berlari kesana kemari dan mengoceh tak henti.

Pasukan Bintang adalah 14 anak kelas 3 tempat saya mengajar, SDN 02 Margomulyo, Kab. Tulang Bawang Barat. Mereka sangat senang dan antusias ketika saya memberikan nilai dengan tanda bintang. Aneh, mungkin ya, hehe..

Continue reading “Ngambek ala-ala Sinetron”

Advertisements

Surat dari Negeri Big Ben

Siang itu Pasukan Bintang riuh sekali, membahas tantangan pecahan yang baru saja aku berikan.

“Bu, angel tenan, Bu..”

“Opo tho yang angel?”, jawabku dengan bahasa Jawa seadanya.

“Iki tho, Bu, soale angel..

“Coba lihat, Ibu pernah ngasih soal kayak gini nggak sebelumnya?”

“Hehehe.. lali aku, Bu, Buuu..” jawab seorang murid.

Kuambil sebuah amplop cokelat yang ada dalam tasku. Kukibas-kibas di depan mereka.

“Amplop apa itu, Bu?”, tanya Sri.

“Ini ada durat dari teman Ibu di Inggris, buat kalian”

“Iya, Bu?” tanya Sri penasaran.

“Woy, teman-teman.. Ini ada surat dari Inggeris di Bu Ditha”, teriak Sri yang jelas sekali mengucapkan kata Inggris dengan Inggeris.

Continue reading “Surat dari Negeri Big Ben”

Asam Tak Semanis Rambutan

Tiga bulan penugasan ini membuat saya puas dengan buah-buahan segar. Buah yang langsung dipetik dari tangkainya dan dipersembahkan langsung dengan senyum oleh anak-anak saya. Mulai dari mangga, rambutan, kecapi, sarikaya, markisa, sampai buah asam. Buah-buahan yang sebelumnya belum pernah saya makan akhirnya bisa saya cicipi.

“Bu, nih rambutan yang merahnya buat Ibu”, Wendi menyodorkan setumpuk rambutan yang masih ada tangkai dan daunnya.

Continue reading “Asam Tak Semanis Rambutan”