Hometown is not just Hometown

Ketika saya menulis tulisan ini, sejujurnya saya sedang tidak berada pada kondisi homesick. Tapi entah mengapa, saya sedang teringat dan terpikir dengan apa yang saya katakan kemarin pada adik angkat saya. Saat itu saya mengantar dan menemaninya mengikuti Seleksi Masuk UI atau lebih sering dikenal SIMAK UI.

Selain ikut SIMAK UI, ia pun sebelumnya kut seleksi masuk yang lainnya, seperti SBMPTN (zaman saya namanya SPMB), SNMPTN (zaman saya PMDK), dan tes di AKA. Tapi sayang, Allaah belumlah juga menampakan hasil usahanya saat ini, mungkin nanti, Insya Allaah. Dan nanti, setelah ikut SIMAK UI ini, ia bercerita bahwa ia akan mengikuti seleksi masuk Poltekkes Negeri di kota kami, dengan nada sedikit menurun ia bilang, “Takut gak masuk, Teh..” Hmm..

Saya tepuk pundaknya, dalam hati sejujurnya saya sedih mendengar apa yang dia katakan, saya lebih ingin dia tidak mengatakan demikian. Saya saja masih menyimpan keyakinan yang besar bahwa Allaah akan menakdirkannya bisa menimba ilmu di UI atau UNPAD, sesuai harapannya, Insya Allaah. Dengan nada yakin, saya katakan itu kepadanya. Ia pun tersenyum. Saya melanjutkan, “Teteh, yakin, Dede masih punya kesempatan besar bisa keterima di UI atau UNPAD, pokoknya Teteh berharap Dede bisa kuliah di luar kota..”

Ia pun meng-aamiin-kan. Beberapa saat ia terdiam dan akhirnya bertanya kepadaku, “Memang kenapa Teh Teteh lebih ngarepin Dede kuliah di luar kota?”, saya pun menjawab, “Biar Dede bukan hanya belajar di kuliah, tapi Dede akan belajar hidup, belajar hidup sendiri, belajar hidup berdampingan dengan orang-orang baru yang berasal dari budaya berbeda, dan jika Dede berhasil, Dede akan jauh lebih berkembang”

Apa yang saya katakan itu adalah apa yang saya alami. Saya belajar banyak di Bandung, di Jatinangor. Saya belajar hidup sendiri. Saya belajar untuk bisa mandiri. Saya belajar untuk mengatur waktu sendiri. Tak ada yang akan menegur saya ketika saya lebih memilih malas-malasan di kasur. Remote nya ada di tangan saya sendiri. Saya juga bertemu dengan orang-orang baru dengan berbagai latar belakang budaya, suku, agama. Saya kuliah memang masih di Indonesia, tapi saya saat itu merasakan sendiri bahwa bangsa Indonesia ini sangat kaya dengan berbagai keragaman. Walaupun memang saya berkuliah di daerah pasundan, tapi Suku Sunda bukanlah suku mayoritas dari mahasiswanya (lebih tepatnya mahasiswa yang saya kenal, hehe..)

4 tahun 6 bulan sungguh menempaku. Memberikanku banyak pengalaman. Mengajarkanku cinta, mencinta, dan (mungkin) dicintai. Menyuguhi berbagai masakan enak dan berbagai masakan dari belahan nusantara lain. Karena Bandung, mengajarkanku bagaimana belajar toleransi menghadapi berbagai karakter manusia, mengajarkanku bahwa sejatinya manusia itu unik, bahwa sebuah stimulus yang sama yang menimpa dua orang manusia itu sangat kecil kemungkinannya akan menimbulkan respons yang sama.

Ah, Bandung. Benar memang kenapa Bandung disebut Paris van Java. Dengan berbagai hiruk pikuknya, Bandung adalah Parisku.  Tempat dimana saya berkembang dengan segala kekurangan. Tempat dimana saya berjuang dengan segala peluh dan air mata. Tempat saya ‘besar’ dengan ilmu yang akan membesarkan. Bandung menyimpan segala puzzle kehidupan seorang saya. Bandung memeluk setiap harapan dan angan. Bandung memendar segala rindu. Karena Bandung, kemana pun saya melangkah, akan saya sempatkan nanti kembali kepadanya, walau hanya mampir dan tersenyum di pinggir kotanya. Ah, Bandung adalah kampung halaman untukku, karena kampung halaman bukan hanya sekedar tempat kita lahir dan bertumbuh, tetapi juga tempat kita ‘bertumbuh’ dan besar bersama ilmu.

Thanks to Bandung..

Salam.

DC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s