Purnama terakhir di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai, surat cinta terakhir yang ditunggu.

DESEMBER

Dan, sudah bulan ke-12.

Ada pertemuan, ada perpisahan.
Sudah waktunya berpisah lagi ya, Dith. Tapi tidak benar-benar berpisah toh. Karena setahun ini Ditha sudah membuat jejak dan itu tinggal di hati mereka: murid-muridmu, masyarakat disana, para pengajar muda lainnya.

Setahun ini ada kasih yang Ditha bagikan dan ada kasih yang Ditha terima.

Sudah waktunya packing lagi, ya Dith. Ingat waktu dulu Ditha bilang packing itu seperti merencanakan hidup? Hehe.. sudah waktunya Ditha merencanakan lagi, mengatur lagi segala sesuatunya. Tapi jangan khawatir, Dith. Seperti carrier yang punya kantong-kantong rahasia menakjubkan, Tuhan pun punya ‘kantong’ rahasia menakjubkan untuk hidupmu.

Selamat packing! (:

Kembali packing, kembali merencanakan hidup di kehidupan nyata. Iya, nyata. Setahun di penempatan adalah masa penggemblengan diri. Kalau saat pelatihan intensif kita diberikan gambaran sederhana mengenai kondisi penempatan, tapi di penempatan kita bukan (hanya) mendapat gambaran bagaimana dunia luar, tapi sejatinya kita dipersiapkan untuk lebih menghargai hal-hal sederhana.

Bersiaplah diri, sebulan lagi dunia mungkin tak sesederhana di desa penempatan. Diri ini mungkin setahun terlatih berhati-hati dalam melewati jalan berbatu, penuh lumpur, atau jalan berlubang, tapi jalan yang akan dihadapi di ‘kota’ banyaknya jalanan mulus beraspal hitam. Bukankah jalanan mulus dan beraspal hitam yang membuat kita lupa untuk berhati-hati?

Welcome to the real world!