Mengapa Anak Mem-bully?

Sambil menunggu commuter line dan memakan buah jeruk pemberian ibu di samping, saya ingin mengulas tentang fenomena yang lagi heboh, bullying. Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan dua video sekaligus, yang satu aksi bullying yang dilakukan remaja berseragam putih-biru, dan satu lagi bullying yang dilakukan mahasiswa sebuah kampus. Pertama kali lihat respons saya sih miris, ngeri, dan mencoba membayangkan apa yang pernah dialami si pelaku di rumah, apa yang ada di pikiran si pelaku dan tentunya bagaimana si korban setelah kejadian itu.

Bullyingย is a form of aggressive behavior in which someone intentionally and repeatedly causes another person injury or discomfort. Bullying can take the form of physical contact, words or more subtle actions (www.apa.org). Continue reading “Mengapa Anak Mem-bully?”

Tanyakan Kabar Sahabatmu

“Tahu gak sih? Sekarang gue bla bla bla”

“Aku pengen cerita deeehh.. aku lagi kesel banget, bla bla bla”

Kemudian cerita itu panjang kali lebar kali tinggi. Bahkan berjam-jam. Cerita setiap detailnya.

Sering mengalami demikian? Jelas. Kita makhluk sosial. Rata-rata pasti punya teman dekat untuk berbagi cerita. Hingga suatu malam, ketika saya dan teman saya sedang terhubung dalam.percakapan via telepon. Saya senang mendengarkan setiap detail ceritanya. Setelah dia selesai, dia nyeletuk bilang, “Lho kok gue egois ya? Dari tadi cerita mulu, ampe gak nanya cerita lo gimana”. Deg. Saat itu saya langsung refleksi keingetan diri sendiri yang juga suka cerita sama teman, mencari tempat mengeluarkan unek-unek, agar diri ini merasa lega dan plong, agar diri ini mendapatkan alternatif solusi dan sudut pandang lain. Setelah itu, lupa dengan kondisi orang yang ada di depan kita. Continue reading “Tanyakan Kabar Sahabatmu”

Nangorku Kini

Setelah… Entah kapan terakhir kali saya kesini, ke Jatinangor, tempat saya ditempa, menuntut ilmu dan bercinta *eh, ini mah salah satu lirik mars fakultas saya*, akhirnya saya datang kembali.

Seberhentinya Damri di Pangdam (Pangkalan Damri), saya langsung menuju masjid Unpad yang entah apa namanya ๐Ÿ™ˆ dulu kan Ibnu Siena ya yang di atas, nah kalau yang bekas GOR ini gak tau namanya apa. Bentuknya sih gak kayak mesjid pada umumnya yang berkubah ya, eh tapi udah banyak ding mesjid yang unik-unik sekarang mah.

15232789656_9ea2e396b3_b
Ternyata namanya Bale Aweuhan (Masjid Raya Unpad) ย ๐Ÿ˜€ (source: Google)

->

TemuTeman #2: Seni Mengalah

Sebenarnya sahabat yang saya temui pertama kali sejak liburan panjang ini ya Sofaa (tanpa huruf H dan dengan double A). Teman sebangku sejak kelas XI, sekelas tiga tahun, teman pulang bareng karena satu jalur angkot, dan sudah saya dengar namanya sejak SMP, jauh sebelum saya ketemu betulan dengannya. Yap, ternyata Sofaa itu teman SD-nya teman SMP saya, kebetulan dia suka cerita tentang Sofaa.

Anak ini sekarang sudah menikah dan memiliki anak laki-laki usia setahun lebih. Sofaa dulu masuk dalam jajaran “The Most Wanted Girl” di sekolah. Kayaknya hampir ada perwakilan kelas yang suka sama dia, bahkan sampai nembak. Orang bilang doi mirip Laudya Chyntia Bella. Yang sekelas aja ada Tedjo, Eki, Amang, dan Gilang, yang suka, belum kelas lain, haha.

Continue reading “TemuTeman #2: Seni Mengalah”

TemuTeman #1: Tentang Romantis

Liburan panjang yang saya dapatkan kali ini saya manfaatkan untuk bertemu dengan sahabat-sahabat dekat saya saat SMA. Akhir minggu di awal bulan April saya putuskan untuk melakukan perjalanan ke Kec. Sodonghilir, Kab. Tasikmalaya, sekitar 2 jam perjalanan. Ada sahabat saya disana. Saya sih biasa memanggilnya Meonk sejak dulu. Alasan saya manggil dia begitu karena dia sangat suka kucing dan saya lihat dulu dia mirip kucing 🙊 maksudnya manjah-manjah gimanaaa gitu 🐈🐈.

Dia cukup dekat dengan saya. Dulu saya sering di-booking-nya untuk menginap di kosan dia dan mengajarinya jika esok ulangan. Dia juga termasuk yang paling banyak ‘nyampah’, ah entah berapa banyak dosanya yang kusimpan dalam ingatan 😂. 

Saat ini ia sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Ia menikah dengan laki-laki yang sejak SMA dipacarinya. Laki-laki yang bertampang biasa saja tapi memiliki kesabaran luar biasa, setidaknya bukan menurut saya saja, banyak orang mengiyakan juga. Senja namanya. Eh ini bukan asal sebut saja ya, memang nama asli, kok 😁

Continue reading “TemuTeman #1: Tentang Romantis”

#8 Orang Bermanfaat

Aku tahu, ketika jempolku tengah menekan-nekan tuts henpon, ia melirik lewat sudut matanya. Itulah, seseorang yang jika memiliki tatapan tajam sepertinya kurang ahli dalam hal melirik-lirik, mengintip atau curi-curi pandang.

“Kamu ngintip, ya?”, tanyaku. Ia gelagapan karena aksinya tertangkap basah.

“Hmm.. SMS dari siapa, sih?”, tanyanya balik dan membenarkan tuduhanku.

“Temenku, temen SD”

Continue reading “#8 Orang Bermanfaat”

Menertawakan Diri

Sekitar 12-13 tahun yang lalu saya berada di sebuah ruangan yang disebut kelas. Ada sekitar 40 manusia usia remaja, termasuk saya. Saat itu waktu matahari sudah sedikit lengser dari kepala. Seorang guru berusia 40 tahunan masih asyik berceramah tentang proses terjadinya bumi. Sementara banyak dari audience menguap.

“Jadi bumi itu terbentuk dari sebuah ledakan maha dahsyat yang terjadi jutaan tahun yang lalu, teori ini disebut Teori Big Bang”

Seorang teman yang duduk di kursi belakang menekan-nekan punggung saya dengan pulpen. Segera saya pun menoleh, rupanya itu panggilan bahwa ia ingin menyampaikan sebuah pesan melalui secarik kertas kecil.

Continue reading “Menertawakan Diri”

Social Media (Doesn’t Mean) Real Life

Tadi pagi, seperti biasa, saya berselancar, jalan-jalan di dunia maya. Termasuk menjejakkan di sebuah aplikasi kekinian tempat sharing foto, tempat mengabadikan momen, bercerita melalui gambar, ajang bagus-bagusan caption 😝 bahkan mungkin tempat riya dan pamer saya kesini, disini, atau dengan si ini *ini sih refleksi saya pribadi, isi akun saya gitu, siiih 😂. Yup, Instagram kengkawan!

Saya follow akun para hosiper sejagat Endonesia, yang lambe-lambe itu loh 😂 Disana saya menemukan postingan terbaru (ini muncul di news feed saya). Postingan tentang perselingkuhan, semua aktor bukanlah public figure yang sering nongol di TV.

Continue reading “Social Media (Doesn’t Mean) Real Life”

Selingkuh Itu Nature?

Cheating, infidelity, selingkuh, atau bahasa jadulnya ngelaba, memang sudah ada dari zaman yang entah kapan. Benarkah selingkuh memang nature-nya manusia? Benarkah kita bisa cinta sekaligus dengan dua orang atau lebih? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Mungkin wajar banget jika dalam waktu yang bersamaan kita suka dengan dua atau lebih orang. Yang satu suka karena caranya memperlakukan kita, yang satu suka karena pribadinya. Atau keduanya suka karena alasan yang sama? Mungkin banget. Tapi entahlah, saya pribadi percaya bahwa perasaan manusia tidak (pernah) adil, hehe.. Pasti ada perasaan yang lebih, walaupun rasa, alasan, atau muatan emosinya sama.

Continue reading “Selingkuh Itu Nature?”

#7 Dan Aku Pastikan Bukan Kamu Orangnya

Don’t judge the book by its cover. 

Orang akan mengira Ryan sebagai sosok yang tenang dan kalem. No! Hentikan pikiran itu. Ryan itu ribet. Sebenarnya cepat tersulut. Banyak khawatirnya, tapi hal itu bisa bikin dia jadi well prepared. Hobi dia? Ngomel kalau ada hal yang (menurutnya) gak beres. Telat dikit, ngomel. Kotor dikit, ngomel. Salah dikit, ngomel. Semua diomelinnya. Gak pandang bulu, even you are strangers to him.

Continue reading “#7 Dan Aku Pastikan Bukan Kamu Orangnya”